Translate

Senin, 22 Mei 2017

Dissolution Enhancement of Lovastatin by Liquisolid Compact Technique and Study of Effect of Carriers

Dissolution Enhancement of Lovastatin by Liquisolid Compact Technique and Study of Effect of Carriers 

Artikel ini berisi mengenai penelitian Formulasi obat Lovastatin dengan menggunakan teknik likuisolid. Asakasak menuliskan terjemahannya secara singkat



Abstrak:
Lovastatin adalah obat yang mempunyai kelarutan rendah, termasuk BCS keas II dan tergolong sebagai anti-hiperlidemik yang memiliki bioavailibilitas yang rendah (<5%). Penelitian ini dirancang untuk meningkatkan laju disolusi dan bioavailibilitas dari Lovastatin dengan menggunakan teknik Likuisolid dan untuk menguji efek dari masing-masing carrier (yaitu PEG-4000, PEG-6000, HPMC E-15, starch atau amilum dan Microcrystaline selulosa). Aerosil digunakan sebagai Coating material. Propilen glikol dipilih menjadi pelarut pembawa dan Polyplasdone digunakan sebagai disintegran. Digunakan model matematika untuk menghitung jumlah rasio carrier dan coating material dalam formula. Sistem likuisolid yang telah diformulasikan kemudian diuji mikromeritik dan sifat-sifat fisik tabletnya dan hasilnya tablet yang dibuat berada pada rentang yangditerima. Interaksi antara obat-polimer diuji dengan FTIR dan DSC dan diketahui tidak terdapat kemungkinan interaksi antara obat dan bahan-bahan tambahan yang digunakan. Pada penelitian ini tablet likuisolid yang dibuat menggunakan starch sebagai carrier, menghasilkan profil disolusi yang lebih tinggi dibanding dengan tablet konvensional. sebagai kesimpulan, pengembangan tablet Likuisolid Lovastatin adalah salah satu cara yang baik untuk meningkatkan laju disolusi obat.
Keywords: Lovastatin, Bioavailibilitas, Carriers, Model matematika, Laju disolusi


Kesimpulan dari penelitian ini
Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat laju disolusi yang buruk pada formulasi konvensional. Peningkatan kelarutan dalam air, dalam kasus ini merupakan tujuan yang diincar untuk meningkatkan efekasi terapi. Oleh Karena itu, tablet Lovastatin yang diformulasikan dengan teknik Likuisolid menunjukkan peningkatan laju disolusi dan kelarutan.
Berdasarkan uji in-bitro pelepasan obat, formula LS-9 menunjukkan pelepasan obat yang lebih cepat dibandingkan dengan tablet konvensional. Disolution efficiency dari formula Likuisolid yang dioptimasi menunjukkan nilai yang 4.53 kali lebih besar dibanding dengan tablet konvensional. Kesimpulannya, teknik Likuisolid dapat menjadi alternatif yang menjanjikan untuk peingkatan disolusi dan kelarutan obat yang memiliki kelarutan dalam air rendah seperti Lovastatin sehingga memiliki pelepasan seperti tablet lepas cepat. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih jauh terkait efikasi dari tablet Likuisolid dengan menggunakan studi farmakokinetik pada manusia.